HomeBeritaPengertian, Jenis, Keuntungan, Risiko Reksadana

Pengertian, Jenis, Keuntungan, Risiko Reksadana

Apa Itu Reksadana?

Dalam bahasa Indonesia, istilah tersebut berarti dana bersama atau dana kolektif. Jadi, reksadana adalah sebuah wadah untuk mengumpulkan dana kolektif dari investor untuk berinvestasi bersama pada produk investasi pasar modal seperti surat berharga, obligasi, dan saham dengan cara membeli unit penyertaan reksa dana.

Kemudian, Manajer Investasi (MI) akan mengelola dana kolektif tersebut dan mengalokasikannya ke dalam bentuk portofolio efek seperti surat utang (obligasi), atau surat berharga lainnya. Dalam hal ini, MI bertindak sebagai pihak yang mengalokasikan dana kelolaan ke berbagai aset seperti seorang supir yang mengantar penumpangnya sampai tujuan.

Investasi reksadana di Indonesia

Seorang investor juga perlu memperkaya pengetahuan investasi. Produk ini di Indonesia rilis pertama kali pada Juli 1996 oleh perusahaan Manajer Investasi (MI) tertua di Indonesia, yaitu PT Danareksa Investment Management. Perusahaan tersebut merupakan salah satu anak perusahaan PT Danareksa (Persero) yang bergerak di bidang usaha investment banking. Berdasarkan data di situs OJK (Desember 2020), terdapat 97 perusahaan yang beroperasi sebagai MI. Situs OJK mencatat bahwa produk yang terdaftar ada sebanyak 3.987 produk dengan total dana kelolaan sebesar Rp529 Triliun.

Pemerintah mengatur kegiatan investasi ini melalui Undang-Undang Pasar Modal No.8 Tahun 1995. Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dulunya bernama Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) mengatur dan mengawasi para agen penjual reksadana (APERD).

Jenis-jenis Reksadana

Selain mengetahui pengertiannya, kamu juga perlu mengetahui jenis-jenisnya. Setiap jenis produk ini memiliki perbedaan dalam hal tujuan, strategi, risiko, dan besaran biayanya. Berikut merupakan penjelasan selengkapnya.

1. Reksadana pasar uang (RDPU)
Reksadana pasar uang adalah jenis reksa dana yang menginvestasikan 100 persen dana kelolaannya pada produk deposito perbankan dan surat utang dengan jatuh tempo < 1 tahun. Surat utang pada produk pasar uang bisa berupa surat utang korporasi dan Surat Berharga Negara (SBN).

Portofolio investasi 100 persen akan manajer investasi (MI) alokasikan pada deposito dan surat utang yang jatuh temponya < 1 tahun;

Risiko paling rendah, karena underlying asset berupa deposito dan/atau utang yang jatuh temponya < 1 tahun memiliki risiko yang sangat rendah; Cocok kamu gunakan sebagai investasi jangka pendek seperti kebutuhan akan dana darurat.

2. Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT)

Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang mengalokasikan min. 80 persen dan maks. 95 persen dana kelolaannya pada produk surat utang (obligasi). Berbeda dengan RDPU, produk obligasi dalam RDPT jatuh temponya > 1 tahun. Selain itu, dana kelolaan RDPT juga dialokasikan min. 5 persen dan maks. 20 persen pada produk pasar uang.

Portofolio investasi minimal 80 persen MI alokasikan pada surat utang yang jatuh temponya > 1 tahun;
Risiko rendah sampai menengah, karena underlying assetnya berupa surat utang yang jatuh temponya > 1 tahun memiliki risiko menengah;
Potensi imbal hasil lebih baik kalau kamu bandingkan dengan RDPU;
Cocok kamu gunakan untuk investasi jangka menengah (2—5 tahun)

3. Reksadana campuran (RDC)
Seperti namanya, reksadana campuran berisi berbagai macam produk investasi seperti obligasi, saham, dan deposito.

Portofolio investasi sifatnya fleksibel, yaitu 1—79 persen pada surat utang atau saham, dan 0—20 persen pada deposito bank;
Risiko menengah sampai tinggi;
Potensi imbal hasil dalam jangka panjang lebih baik dari RDPT;
Cocok kamu gunakan untuk investasi jangka menengah (2—5 tahun)
Baca juga: Pengertian Reksadana Campuran, Jenis, Keuntungan, dan Risikonya

4. Reksadana saham (RDS)
Reksadana saham adalah jenis reksa dana yang mengalokasikan dana kelolaannya min. 80 persen pada produk saham. Dana investasi dikelola manajer investasi dengan menjual dan membeli saham di bursa efek.

Portofolio investasi minimal 80 persen pada saham;
Risiko tinggi;
Potensi imbal hasil yang paling tinggi kalau kamu bandingkan jenis RD lainnya;
Cocok kamu gunakan untuk investasi jangka panjang (>5 tahun)

Keuntungan Investasi Reksadana

1. Investasi Terjangkau
Investasi reksadana adalah investasi kolektif yang memungkinkan seorang investor dapat memulainya dengan modal terjangkau sehingga cocok bagi investor pemula. Bahkan, aplikasi penyedia layanan investasi juga menawarkan pembelian produk ini mulai dari 10 ribu, seperti aplikasi tanamduit. Jadi, kamu tidak perlu menunggu masa tua dan berpenghasilan fantastis untuk berinvestasi.

2. Fleksibel
Kamu bisa membeli produk ini sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan kamu. Jika kamu ingin menyiapkan dana darurat, DP beli rumah, mempersiapkan dana untuk menikah, atau mulai nyicil biaya pendidikan anak saat berkeluarga, maka kamu dapat mulai mengalokasikan sebagian penghasilanmu ke reksadana. Nah, kamu bisa melakukan diversifikasi investasi kamu sebagai berikut.

RDPU untuk mempersiapkan dana darurat.
RDPT dan RDC membayar DP beli rumah dan biaya pernikahan, Kamu bisa membeli produk RDS untuk biaya pendidikan anak setelah berkeluarga.

3. Dana Dikelola oleh Manajer Investasi Profesional
Salah satu keuntungan yang paling menarik bagi pemula dari investasi reksadana adalah kamu nggak perlu pusing untuk banyak menganalisis satu per satu produk investasi seperti deposito, saham, dan obligasi. Hal ini karena Manajer Investasi (MI) profesional akan mengelola dana dan membuat keputusan berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang sangat mendalam. Jadi, kamu tidak perlu mengkhawatirkan alokasi dana untuk berbagai instrumen karena (MI) yang akan mengoptimalkan dana kelola tersebut.

4. Aman, terdaftar dan di bawah pengawasan OJK
Reksadana adalah produk investasi legal, selama perusahaan pengelola reksadana memiliki izin dan mendapatkan pengawasan dari OJK sebagai perusahaan Manajer Investasi. Untuk itu, dana investor aman dari praktek ilegal. Jadi, imbal hasilmu menjadi lebih optimal dan terhindar dari penipuan.

5. Hasil Investasi Bukan Objek Pajak
Reksadana ini bukan merupakan objek pajak. Oleh karena itu, kamu dapat memperoleh imbal hasil yang lebih optimal karena dapat mencairkan atau menjual lagi kepemilikan RD dengan mudah tanpa terbebani oleh pajak.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Aplikasi Pintu

Most Popular

- Advertisment -
Neo Bank