HomeBeritaApa Itu Scalping Crypto

Apa Itu Scalping Crypto

Pasar aset kripto dikenal dengan kondisi pasar yang volatil, atau mudah berubah. Namun, volatilitas ini sering kali dapat menjadi jalan bagi beberapa trader untuk meraih keuntungan. Scalp trading atau scalping adalah salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk memberikan keuntungan pada trader dengan memanfaatkan pergerakan harga kecil.

Pada artikel ini, Zipmex akan membahas semua yang perlu Anda ketahui tentang apa itu scalping dalam perdagangan aset crypto dan bagaimana strategi ini memberikan keuntungan atau profit bagi para trader. Mari simak!

Mengenal Apa Itu Scalping

Scalping atau scalp trading adalah strategi trading aset crypto jangka pendek yang dapat membantu trader untuk mendapatkan keuntungan kecil. Strategi ini memungkinkan para trader untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga yang relatif kecil tanpa menargetkan keuntungan besar.

Sebaliknya, scalp trader biasanya melakukan trading sebanyak mungkin dalam waktu singkat. Strateginya adalah untuk menggabungkan keuntungan kecil, akhirnya menambah keuntungan yang cukup besar.

Dalam scalping, trader perlu bertindak cepat tanpa menghabiskan terlalu banyak waktu untuk pengambilan keputusan. Scalper akan melakukan aksinya ketika terjadi peningkatan minat pada aset tertentu dengan volume tinggi dan likuiditas yang baik.

Scalper atau scalp trader sangat bergantung pada peristiwa jangka pendek yang mendorong peningkatan minat pada aset karena beberapa hal eksternal seperti berita, pumping, dan sebagainya.

Untuk dapat melakukan scalping, membutuhkan pemahaman mendalam tentang bagaimana pasar beroperasi. Dengan begitu, akan menjadi lebih mudah untuk menyusun strategi scalping.

Scalping vs Swing Trading: Apa Bedanya?

Scalping dan swing trading adalah dua jenis strategi investasi jangka pendek yang paling populer bagi para trader. Namun, bagi trader pemula, mungkin sulit untuk membedakan kedua strategi ini.

Secara sederhana, perbedaan scalping dan swing trading terletak pada durasi waktu dan profit yang didapatkan. Scalping adalah strategi yang memungkinkan trader untuk melakukan transaksi jual beli dalam waktu yang singkat, hanya dalam hitungan detik hingga menit. Alhasil, keuntungan yang didapatkan cenderung kecil.

Sebaliknya, jangka waktu yang digunakan swing trading cenderung menengah, bisa hitungan hari hingga mingguan. Hal ini dilakukan karena trader baru akan membeli atau menjual aset ketika terjadi pergeseran tren supaya dapat meraup keuntungan yang optimal.

Jenis-jenis Scalping
Terdapat dua jenis cara untuk melakukan scalping di pasar aset kripto. Cara tersebut adalah:

  1. Scalper Sistematis
    Seperti namanya, scalper sistematis cenderung mengikuti sistem trading yang ditentukan dengan cermat. Mereka biasanya melakukan penelitian secara menyeluruh dan menentukan kapan harus masuk atau keluar dari perdagangan. Dengan kondisi demikian, scalper biasanya sangat bergantung pada indikator atau alat yang mereka miliki. Biasanya beberapa scalper menggunakan trading bot untuk memudahkan mereka dalam melakukan scalping.
  2. Scalper Diskresioner
    Di sisi lain, scalper diskresioner cenderung membuat keputusan secara spontan. Scalper jenis ini biasanya berimprovisasi dan beradaptasi berdasarkan perilaku pasar pada saat itu. Beberapa scalper diskresioner mungkin masih memiliki sistem yang mereka tetapkan sendiri mengenai kapan harus masuk atau keluar dari pasar. Tetapi biasanya penetapan sistem seperti itu jarang terjadi, mereka hanya bereaksi terhadap perubahan yang mereka lihat secara langsung melalui grafik pasar.

Apakah Scalping Memberikan Profit atau Keuntungan?
Strategi scalping tentu saja menguntungkan, karena trader dapat dengan mudah mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya berdasarkan metode dan strategi yang dimilikinya.

Setiap trader memiliki strategi trading yang mereka ciptakan sendiri untuk menerima keuntungan setinggi mungkin. Akan tetapi, beberapa prinsip perdagangan dasar dibagikan dan digunakan sampai batas tertentu oleh pedagang mana pun.

Metode scalping berasal berdasarkan analisis teknis real-time karena trader memiliki waktu terbatas untuk melakukan analisis pasar fundamental.

Strategi Crypto Scalping Trading
Range Trading
Salah satu strategi scalping yang paling populer adalah range trading. Strategi ini melibatkan pergerakan harga antara level tinggi dan rendah dalam periode waktu tertentu.

Batas bawah dan atas pada pergerakan aset kripto ini dikenal sebagai batas support dan resistance. Apabila salah satu batas tersebut ditembus, biasanya trader akan melakukan pembelian pada saat mencapai batas support dan menjual setelah melewati batas resistance.

Semakin besar frekuensi harga menyentuh salah satu level, semakin besar kemungkinan level tersebut akan tembus. Oleh karena itu, strategi range trading ini dapat bekerja dengan baik untuk trader yang menggunakan jangka waktu singkat.

Meskipun terjadi breakout, trader masih bisa melakukan stop-loss. Alat utama yang digunakan di sini adalah batas support dan resistance pada grafik candlestick aset kripto yang diinginkan.

Bid-ask Spread
Beberapa scalper juga memanfaatkan bid-ask spread, yaitu selisih antara harga bid dan ask. Scalper bisa mendapatkan keuntungan dari perbedaan yang cukup besar antara keduanya. Berikut ini merupakan dua contoh di mana bid-ask spread terjadi dalam scalp trading:

Pertama, spread bid-ask yang lebar terjadi ketika harga permintaan lebih tinggi dan harga penawaran lebih rendah dari biasanya. Kondisi seperti ini biasanya terjadi ketika pembeli lebih banyak dibandingkan dengan penjual sehingga menyebabkan harga naik. Ketika kondisi spare bid-ask melebar, scalper akan menjual aset kripto yang mereka miliki.

Sebaliknya, spread bid-ask yang sempit terjadi ketika harga permintaan lebih rendah dan harga penawaran lebih tinggi dari biasanya. Dalam skenario ini, penjual melebihi jumlah pembeli.

Leverage
Leverage mengacu pada jumlah trader yang memperkuat margin trading mereka. Beberapa scalper menggunakan teknik ini untuk meningkatkan ukuran posisi mereka.

Indikator yang Digunakan dalam Scalping
Di bawah ini adalah indikator yang digunakan dalam penerapan strategi scalp trading.

Grafik Candlestick
Grafik candlestick menampilkan semua informasi harga aset kripto yang diperlukan dalam pasar aset kripto. Dengan menggunakan pola candlestick, Anda dapat mengatur titik entry dan exit yang tepat dan juga melakukan analisis teknis.

Pola candlestick membentuk berbagai bentuk dan grafik yang dapat membantu Anda dalam memprediksi tren pasar di masa depan.

EMA
Exponential moving averages atau EMA adalah bagian dari moving average di mana biasanya dilihat sebagai indikator tren harga yang lebih tepat waktu.

EMA menggunakan bobot yang menurun secara eksponensial dari setiap harga atau periode sebelumnya.

Indikator MACD
Moving average convergence divergence, atau yang biasa disingkat sebagai MACD adalah indikator momentum yang menggambarkan tren harga sebuah aset kripto dengan menunjukkan hubungan antara dua moving average dari harga aset tersebut. Indikator ini dihitung dengan mengurangkan exponential moving average (EMA) 26 hari dari EMA 12 hari.

Hasil dari perhitungan kedua EMA tersebut adalah garis MACD. EMA sembilan hari dari biasanya disebut sebagai garis sinyal. Kemudian garis sinyal tersebut ditandai di atas garis MACD, yang dapat berfungsi untuk memicu sinyal beli dan jual sebuah aset.

Kunci untuk menjadi scalper yang sukses adalah dengan meningkatkan keterampilan membaca grafik candlestick dan pengetahuan mengenai berbagai strategi trading aset kripto.

Oleh karena itu, kami sarankan Anda untuk terus mempelajari lebih lanjut mengenai berbagai strategi trading aset kripto untuk menemukan yang indikator dan metode scalping paling cocok untuk Anda.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Aplikasi Pintu

Most Popular

- Advertisment -
Neo Bank